Buletin mingguan angkatan Juli 2013 Yisc Al-Azhar

Hijrah

Tidak ada komentar

Hijrah (bahasa Arab: هِجْرَة) adalah perpindahan/migrasi. Berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Pada tahun 615 telah ada peristiwa hijrah pertama dari kaum Muslim yang disarankan Nabi Muhammad SAW untuk menghindari penindasan dari kaum Quraish di Mekkah untuk hijrah ke Kekaisaran Aksum yang diperintah oleh Raja Kristen. Nabi Muhammad sendiri tidak ikut hijrah. Pada tahun itu pengikut Nabi Muhammad dikejar suku Quraish dengan mengirim utusan ke Kekaisaran Aksum untuk membawa kembali para pengikut Nabi Muhammad yang hijrah kembali ke Mekkah. 

Pada intinya, hijrah berarti melakukan suatu perpindahan, perubahan dari sesuatu yang lama, atau suatu hal ke hal yang baru. Banyak sekali makna dari hijrah itu sendiri. Bukan berarti arti dari hijrah adalah hanya sebatas berpindah tempat. Bisa juga saat seseorang yang hijrah dari masa lalu nya yang suram menuju ke arah yang lebih baik. Ini juga termasuk dalam proses hijrah, artinya dia melakukan perubahan, proses berpindah dari suatu hal ke hal yang baru. 

Hijrah adalah pilihan, berubah menjadi lebih baikpun juga pilihan. Tidak mudah memang meyakinkan diri kita untuk mencapai proses perubahan tersebut belum lagi untuk tetap istiqomah di jalan Allah. Akan banyak sekali rintangan yang akan menghadang. Rasullulah SAW bersabda
“Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari)

Hal yang tidak boleh luput dari diri kita yaitu niat. Penting sekali dalam berhijrah kita meluruskan niat kita dulu. Allah maha mengetahui apa yang ada di dalam hati kita. Sudah sepantasnya kita meluruskan niat hanya karena Allah. Bukankah kita nantinya hanya akan kembali kepada Allah? Jadi apakah kita akan rugi kalau kita hanya mengharap ridho Allah? Tentu saja tidak. Allah menciptakan manusia tidak serta merta tanpa maksud.

Allah berfirman “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Bukan berarti kita tidak boleh meminta lebih, sungguh Allah itu maha luas. Kita hanya perlu berdoa dan meminta kepada sang maha memiliki. Mintalah apa – apa yang kita mau tapi juga serahkan hasilnya pada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui yang terbaik buat kita. Bisa jadi yang baik menurut kita, buruk menurut Allah dan begitu pula sebaiknya. Berusahalah terus dalam berhijrah jangan pantang menyerah. Untuk mencapai sesuatu yang manis butuh perjuangan. Hidayah tidak serta merta turun dari langit, tapi harus di jemput.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.



Tidak ada komentar :

Posting Komentar