Hijrah
Hijrah (bahasa Arab: هِجْرَة) adalah perpindahan/migrasi. Berpindah
dari suatu tempat ke tempat lain. Pada tahun 615 telah ada peristiwa hijrah
pertama dari kaum Muslim yang disarankan Nabi Muhammad SAW untuk menghindari
penindasan dari kaum Quraish di Mekkah untuk hijrah ke Kekaisaran Aksum yang
diperintah oleh Raja Kristen. Nabi Muhammad sendiri tidak ikut hijrah. Pada
tahun itu pengikut Nabi Muhammad dikejar suku Quraish dengan mengirim utusan ke
Kekaisaran Aksum untuk membawa kembali para pengikut Nabi Muhammad yang hijrah
kembali ke Mekkah.
Pada intinya, hijrah berarti melakukan
suatu perpindahan, perubahan dari sesuatu yang lama, atau suatu hal ke hal yang
baru. Banyak sekali makna dari hijrah itu sendiri. Bukan berarti arti dari
hijrah adalah hanya sebatas berpindah tempat. Bisa juga saat seseorang yang
hijrah dari masa lalu nya yang suram menuju ke arah yang lebih baik. Ini juga
termasuk dalam proses hijrah, artinya dia melakukan perubahan, proses berpindah
dari suatu hal ke hal yang baru.
Hijrah adalah pilihan, berubah menjadi
lebih baikpun juga pilihan. Tidak mudah memang meyakinkan diri kita untuk
mencapai proses perubahan tersebut belum lagi untuk tetap istiqomah di jalan
Allah. Akan banyak sekali rintangan yang akan menghadang. Rasullulah SAW
bersabda
“Sesungguhnya
setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan
balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada
Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya.
Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita
yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia
inginkan.” (HR. Bukhari)
Hal yang tidak boleh luput dari diri
kita yaitu niat. Penting sekali dalam berhijrah kita meluruskan niat kita dulu.
Allah maha mengetahui apa yang ada di dalam hati kita. Sudah sepantasnya kita
meluruskan niat hanya karena Allah. Bukankah kita nantinya hanya akan kembali
kepada Allah? Jadi apakah kita akan rugi kalau kita hanya mengharap ridho
Allah? Tentu saja tidak. Allah menciptakan manusia tidak serta merta tanpa
maksud.
Allah berfirman “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
agar mereka beribadah kepadaku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Bukan berarti kita tidak boleh
meminta lebih, sungguh Allah itu maha luas. Kita hanya perlu berdoa dan meminta
kepada sang maha memiliki. Mintalah apa – apa yang kita mau tapi juga serahkan
hasilnya pada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui yang terbaik buat kita.
Bisa jadi yang baik menurut kita, buruk menurut Allah dan begitu pula
sebaiknya. Berusahalah terus dalam berhijrah jangan pantang menyerah. Untuk
mencapai sesuatu yang manis butuh perjuangan. Hidayah tidak serta merta turun
dari langit, tapi harus di jemput.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar