Jodoh Dunia Akhirat I
Jodoh itu bukan hanya melulu soal orang yang akan menjadi pendamping hidup qt. Jodoh bisa apa dan siapa saja. Misal partner kerja kita, bisa di bilang jodoh kita kenapa? Karena hanya dengan ijin Allah dia saat ini menjadi partner kita, rumah yang kita tempati bisa jadi ini memang jodoh kita yang memang Allah sudah hadirkan untuk kita dengan caraNya. Jodoh itu segala sesuatu yang berhubungan dengan kita langsung, bedanya kalau barang bisa jadi rusak, hilang, dan kita bisa beli lagi. Begitu pula dengan partner kerja kita. Saat kita pindah kerjaan atau partner kerja kita resign, akan ada orang yang menggantikan. Tetapi, bila jodoh itu suami/ istri kita mampukah kita menggantinya lagi? Mampukah kita menukar – nukar suami/ istri kita? Sejauh manakah kita memaknai arti dari jodoh? Lantas bila di tengah pernikahan terjadi perceraian, benarkah karena bukan lagi jodoh?Banyak orang salah mengenai hal yang disebut – sebut sebagai jodoh, tapi jarang sekali orang yang ingin menjadikan jodohnya itu dunia akhirat Jodoh itu layaknya air jernih, yang suci dan mensucikan (@just_riant). Layaknya air yang mengalir, tempat dia mengalir akan mempengaruhi kualitas dari air tersebut. Saat air yang jernih mengarungi sungai yang bersih, maka air itu akan terus bersih namun saat air itu melewati selokan yg kotor dan bau, maka kualitas airnya pun akan menjadi buruk. Begitupun dengan jodoh, carilah jodoh kita dengan jalan yang baik agar kualitasnya pun baik. Kapan kita menemukan jodoh kita? Saat kita sudah menikah. Kenapa? Karena hanya dengan menikah kita bisa membangun JDA kita. Bukan berarti saat mau menikah nanti kita hanya asal milih dan asal nunjuk. Bagaimana caranya agar suami/ istri kita itu menjadi JDA kita? (@fufuelmart dan @canunkamil pada training JDA 26 Oktober 2013).
Cleansing
Kenapa kita butuh cleansing? Karena kita pribadi yang berproses, kita yang sekarang itu bagian dari masa lalu kita. Terkadang kita terlalu berlarut – larut dengan masa lalu yang sebenarnya itu penghambat terbesar bagi masa depan kita. Bisa jadi karena kita belum melepas masa lalu kita, yang membuat jodoh kita belum datang sampai saat ini. Kuncinya, kita harus berdamai dari masa lalu. Masa lalu yang seperti apa? Hanya kita pribadi yang bisa menjawabnya.
Ada tiga hal yang berhubungan dengan masa lalu yang harus kita cleansing
1. Dosa diri
Setiap orang punya masa lalu, setiap orang pasti pernah berbuat dosa dan sebaik – baik orang yang mau mengakui kesalahannya di masa lalu dan berubah menjadi lebih baik. Bukankah Allah itu maha pengampun? Allah SWT berfirman :
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 68-70).Bagaimana kita bisa menerima orang lain hadir dalam hidup kita sementara kita tidak bisa menerima kesalahan – kesalahan kita di masa lalu. Ada kalanya, kita perlu meluapkan emosi yang ada dalam diri kita. Mungkin dengan menulis, meluapkan di sela – sela tahajud kita atau hanya dengan memeluk sahabat kita dan menangis tanpa harus meluapkan apa yang terjadi pada diri kita. Allah itu maha penyayang, Allah menyimpan rapat aib kita.
Rasullulah SAW bersabda :
“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)Bersyukurlah, Allah menyimpan rapat aib kita, bersyukurlah karena sampai saat ini kita masih di selamatkan Allah dari aib kita. Sudah sepantasnya kita juga menutup rapat aib orang lain. Kadang kita lupa dan sibuk menilai orang lain dari masa lalu dan kesalahan – kesalahannya di masa lampau tanpa kita sadari kita pun punya masa lalu. Bohong kalau ada orang yang 100% tanpa kesalahan karena Allah mutlak yang sempurna. Dengan menutup aib orang lain, Allah akan menutub aib kita. Sesungguhnya semakin banyak kita membicarakan aib orang, sama saja kita sedang mendoakan diri kita sendiri Bisa jadi selama ini kita belum memaafkan diri kita sendiri dari masa lalu yang suram. Bisa jadi kita belum menerima masa lalu kita sendiri. Akibatnya kita menjadi minder, malu dan merasa tidak pantas mendapatkan yang lebih baik.
2. Dosa orang tua
Adakalanya trauma akibat perceraian, KDRT atau perselingkuhan orang tua sangat mempengaruhi pribadi seseorang. Bahkan banyak sekali orang yang tidak menikah atau mungkin mengalami beberapa kali perceraian akibat trauma. Hal sepele memang tapi, orang tua sangat mempengaruhi pola pikir anaknya. Memaafkan dan terus positif thingking merupakan solusi yang satu ini. Memang, memaafkan adalah hal yang paling sulit. Tapi, percayalah hanya dengan memaafkan kita bisa melepas beban yang begitu berat yang selama ini ada di pundak kita. Peluk mereka dengan penuh cinta, bila kita tidak sanggup untuk memeluk luapkanlah melalui tulisan. Tidak ada satupun orang tua yang sempurna, tapi cinta dan kasih sayang mereka begitu sempurna hanya saja mereka terkadang salah atau bahkan tidak tahu cara yang benar dalam meluapkannya.
3. Dosa orang lain
Masih belum bisa memaafkan mantan yang menikah duluan? Atau masih belum bisa memaafkan orang yang pernah mengajak kita menikah tapi, tiba – tiba pergi begitu saja? Maafkan mereka, bisa jadi ini hal yang mengganjal keyakinan dan kemantapan kita untuk menikah. Percayalah Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita, bahkan mereka yng meninggalkan dan mencampakkan kita justru rugi karena sudah menyia – nyiakan orang yang mencintai mereka. Buah dari kesabaran yang panjang pasti akan menjadi hal yang istimewa. Pada intinya ada tiga hal yang perlu kita lakukan dalam proses cleansing TERIMA, SYUKURI dan MAAFKAN.
Allah SWT berfirman,
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, iaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu senang mahupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan kesalahan orang. Allah suka kepada orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)Maha benar Allah dengan segala firmanNya
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar