Menjadi lebih baik itu perlu
Pada dasarnya, manusia suka hal - hal yang indah. Rumah yang indah, halaman yang indah, baju yang indah, penampilan yang indah, bahkan fisik yang indah. Fisik yang indah ada kaitannya dengan bentuk yang Allah ciptakan untuk manusia. Maha besar Allah menciptakan manusia dengan tidak ada satu pun yang sama.Bbahkan anak yang terlahir kembarpun pasti memiliki perbedaan antara satu sama lain. Itu lah kenapa manusia itu unik.
Bisa kita liat saat ini di jaman yang serba full teknologi, banyak media yang memudahkan kita membuat hal - hal indah. Misalnya mencari tips - tips di internet cara membuat taman agar terlihat indah, atau desain interior yang bisa kita pelajari otodidak atau mungkin cara mempercantik diri (wanita) dan menjadi lebih menarik (pria). Namun, semua itu hanyalah tampilan luar. Saat ini banyak orang memburu dunia, menjadi lebih baik di mata manusia namun sedikit sekali yang memburu akhiratnya. Padahal tujuan hidup kita yang sesungguhnya kelak adalah akhirat.
Banyak orang lupa diri dan menjadi acuh dengan tujuan utamanya, bisa jadi karena lemahnya iman atau mungkin kurangnya kemauan untuk menjemput hidayah Allah. Akibatnya, saat ini sering sekali terjadi hal - hal buruk di sekitar kita. Contohnya, para pemimpin yang tidak lagi peduli akan amanahnya atau manusia - manusia yang tidak lagi perduli satu sama lain. Harta, tahta, dijadikan patokan kesuksesan seseorang. Akibatnya, timbul kesenjangan sosial. Itu baru secuil duri dari seorang manusia. Bahkan tidak sedikit orang yang membuat batasan - batasan dalam bersosialisasi hanya karena bentuk fisik seseorang. Belum lagi ada beberapa yang mengelompokkan berdasarkan RAS. Bukankah kita semua ciptaan Allah, pantaskah kita menghina sebaik - baik ciptaan Allah?
Allah SWT berfirman "Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik - baiknya". (QS At Tin : 4)
Apa yang ada pada diri kita saat ini adalah yang terbaik bagi kita. Bisa jadi kita tidak sanggup bila menerima bentuk yang jauh lebih baik dari sekarang. Bisa jadi kita termasuk golongan orang - orang yang kufur nikmat (naudzubillah). Allah menciptakan segala sesuatunya bukan tanpa maksud. Mulailah dari diri kita sendiri, berhenti menilai seseorang hanya dari luar nya saja. Baik itu dari masa lalunya, fisiknya, keluarganya, atau mungkin lingkungannya. Memang, semua hal tersebut sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Tapi, pantaskah kita menilai keimanan seseorang? benarkah kita tahu tingkat keimanannya? Muslim kah, Mukmin kah atau Muttaqin? Wallahualam, hanya Allah yang tahu apa yang ada di hati kita. Belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita anggap lebih buruk dari kita.
Allah berfirman "Sesungguhnya orang - orang yang beriman itu hanyalah orang - orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu - ragu dan berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang - orang yang benar" (QS. Al-Hujurat : 15)
Bukan berarti kita merasa lebih baik, lantas kita sok dan malah memilih - milih teman. Mulai saat ini, tanamkan pada diri kita bahwa kita mau menjadi pribadi yang lebih baik yang perduli dengan orang lain. Bila kita bisa menjadi lebih baik, kenapa kita tidak mengajak orang di sekitar kita untuk ikut sama - sama belajar menjadi lebih baik.
"Selemah - lemahnya manusia ialah orang yang tidak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah itu orang yang mensia - siakan sahabat yang telah di cari" (Ali Bin Abi Thalib)
Kesempurnaan itu mutlak milik Allah, kita hanya sebagian kecil dari ciptaan Allah. Tidak sepantasnya ada rasa sombong meski hanya sedikit saja.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar