Jodoh Dunia Akhirat II
![]() |
| Sederhana itu indah |
Banyak sekali orang yang menilai "menikah kok harus belajar dulu?" Memang, hal yang di anggap tabu dan tidak sepantasnya. Padahal, di luar negri seperti Malaysia misalnya, saat dua orang akan menikah, mereka harus menjalani semacam konseling pernikahan yang nantinya akan diberikan semacam sertifikat. saat ini banyak sekali anak muda yang terpaksa harus menikah karena sudah hamil misalnya, atau merasa setelah menikah akan ada banyak hal yang jauh lebih indah ibarat sang putri dan pangeran di cerita dongeng yang happily ever after.
Apa saja proses upgrading itu?
1. Ilmu nikah
Percaya atau tidak, ilmu nikah sangatlah perlu. Toh dalam menimba ilmu tidak harus di sekolah, bisa saja melalui seminar - seminar pernikahan, lebih banyak membaca buku tentang pernikahan, melalui internet atau mungkin ikut sekolah pranikah. Menikah itu, menggabungkan dua orang dalam satu rumah. dua orang dari keluarga yang bebeda, dari hasil didikan yang berbeda dan dari kebiasaan - kebiasaan yang berbeda. Lantas bagaimana menyatukannya kalau tidak memiliki ilmu? setidaknya, saat menikah kita tidak kaget dengan hal - hal yang nantinya akan kita hadapi.Bisa juga dengan mempelajari berbagai macam kareakter manusia yang biasanya ada semacam penggolongan. Fungsinya, agar kita paham bagaimana menempatkan diri terhadap pasangan agar terjalin harmonisasi.
Ujian dari setiap pernikahan berbeda - beda tergantung kemampuan kita masing - masing. Dengan berbekal ilmu, di harapkan kita bisa lebih siap layaknya orang yang akan berperang. karena ketahuilah menikah itu ujian yang tiada batasnya, proses pembelajaran yang terus - menerus.
2. Persiapan hati
Setelah kita punya ilmunya, proses selanjutnya adalah persiapan hati. Dalam hal ini kaitannya dengan kedewasaan. Kedewasaan seseorang tidak bisa di ukur berdasarkan umur. Kedewasaan disini dalam hal memecahkan suatu masalah. kenali diri sendiri, berkacalah dan intropeksi diri. Bisa jadi hambatan yang ada selama ini karena sesungguhnya kita belum siap dan dewasa dalam bertindak.
Tidak ada salahnya menikah muda, asal sudah dewasa. Bukankah pernikahan itu proses pembelajaran? bukankah kita perlu lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Apapun ujian dan masalahnya, tidak akan membuat kita mati tapi membuat kita lebih kuat. Layaknya sebuah berlian yang mengalami proses panjang agar mendapat bentuk yang seindah sekarang.
3. Aktifkan magnet jodoh
Bagaimana kita bisa bertemu jodoh kita, kalau kita hanya menutup diri? bagaimana jodoh yang kita inginkan tahu kalau ada kita yang sedang menantinya? mungkin tanpa sadar kita terlalu menutup diri kita dari pergaulan. Tidak perlu mengumbar - umbar diri agak di pilih, tapi pantaskan diri agar menjadi pilihan yang baik.
Berhentilah sibuk bertanya dimana jodoh saya, tapi pantaskan dan siapkan diri untuk mendapat jodoh yang diinginkan. Allah akan hadirkan dia dengan cara yang indah. Benar bahwa yang namanya jodoh itu tidak akan tertukar. Kalau memang belum saatnya, ya tidak akan di pertemukan. Ambil hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan. Setiap ujian dari Allah adalah proses peningkatan iman kita serta kesiapan dan kedewasaan kita dalam hidup ini. Jodoh itu, cerminan diri kita. Kenali dulu diri kita, siapa kita dan bagaimana kita selama ini. sudah pantaskah?
Selecting
1. Kenali cita cinta
Setiap manusia pasti punya mimpi, punya target pencapaian yang berbeda - beda. seperti halnya kesuksesan seseorang antara si A dan si B akan berbeda. Sehingga kita tidak bisa serta merta menilkai bahwa si A sukses sedangkan si B tidak. Padahal bisa jadi menurut si A si B jauh lebih sukses dari dirinya sendiri. Tujuan dari sebuah pernikahanpun harus jelas antara keduanya. Karena nantinya, rumah tangga tersebut akan dibangun keduanya bukan kakak atau orangtua. Untuk itu sangat penting sekali bagi keduanya untuk saling mengungkapkan apa visi misi mereka kedepannya.
Misalnya juga konsekuensi dalam pekerjaan, hal ini termasuk yang sangat riskan dan tidak jarang sebagai pemicu perceraian. Bila di awal - awal pernikahan, sebaiknya jangan LDM (Long Distance Marriage). Banyak yang bilang lebih mengutamakan keluarga, tetapi pada kenyataannya tidak begitu adanya. apalagi saat karir kita ada di puncak (terutama bagi wanita) akan sulit baginya membuat keputusan. Semua itu kembali lagi pada si dua orang yang akan menikah tersebut. Apapun nanti rintangannya, asal keduanya sudah siap dan sama - sama mau mencari solusi dari permasalahan yang ada setiap rantangan akan mudah dilewati bersama. Komunikasi adalah hal yang paling penting.
Sebuah pernikahan layaknya kapal yang sedang berlayar. Akan ada badai, hujan lebat ombak yang tinggi juga ada saat kapal berlayar di cuaca yang cerah tanpa hambatan. Sang suami layaknya nahkoda dari kapal tersebut sedang sang istri sebagai navigatornya. Keduanya saling membutuhkan agar kapal tersebut sampai di tempat tujuan. Masalahnya, ini yang kadang sering terlupakan orang yang akan menikah. Mereka memiliki tujuan yang berbeda. Bagaimana mungkin sebuah kabal dengan 1 nahkoda dan 1 navigator bisa mencapai dua tujuan jika keduanya tidak saling melengkapi? untuk itu kenali dulu tujuan orang yang akan di jadikan suami/ istri. Bicarakan baik - baik dan perlu untuk menyamakan tujuan. Paling tidak, keduanya tahu apa yang diinginkan pasangannya.
2. Lihat apa adanya
Hal ini yang terkadang disalahartikan oleh banyak orang. Mereka menuntut pasangannya untuk siap menerima mereka apa adanya, padahal tidak seperti itu yang seharusnya. Lihat apa adanya, kenali sifat - sifat aslinya dan tanya pada diri kita sendiri mampukah atau sanggupkah menerima calon pasangan kita? masihkah bisa kita toleransi apa yang menjadi kekurangannya. Menurut @canunkamil konsep menerima apa adanya itu merupakan "konsep racun". Kenapa? karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing - masing. Kita yang akan menjalani pernikahan tersebut, bukan orang lain jadi kita yang tahu sejauh mana kesanggupan kita.
3. Jodoh atau bukan, pernikahan itu sesuatu yang harus dijalankan seumur hidup
Ini yang seringkali menghambat kita menuju pernikahan. Terkadang kita menilai seseorang terlalu baik dan menganggap dia adalah jodoh kita. Padahal Jodoh itu bukan siapa dia, tapi siapa saya. Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita mau. Kenali diri sendiri, baik dari sifat - sifat kita sehari - hari bahkan kekurangan kita. Fungsinya, agar saat kita menemukan orang yang bisa menerima sifat kita dan kita bisa nyaman dengan orang tersebut karena dirasa bisa melengkapi apa yang kita butuhkan. This is it maybe he/ she is what you need. Jangan tanya kenapa sampai saat ini kita masih sendiri, bisa jadi usaha kita selama ini belum maksimal. Bisa jadi kita terlalu tertutup yang membuat orang lain justru tidak dapat mengenal kita. Tentunya dengan batasan - batasan yang sudah di atur Allah.
Semua ini adalah usaha dan ikhtiar sebagai hamba Allah. Manusia hanya bisa berencana, berdoa, usaha dan ikhtiar. Selebihnya, serahkan sama Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"
(QS. Al-Baqarah : 216)
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar