Buletin mingguan angkatan Juli 2013 Yisc Al-Azhar

Seorang pemimpin

Tidak ada komentar

Saat ini, di sepanjang jalan banyak kita temui poster - poster juga baliho - baliho partai yang sedang mencalonkan pemimpin - pemimpinnya. Sampai - sampai kita sendiri yang melihat menjadi bosan dan seakan tidak perduli. Bukan berarti kita termasuk orang - orang yang acuh terhadap negara ini, tapi mungkin karena kita sudah terbiasa dengan janji - janji seorang pemimpin. Bukan hanya itu, sudah menjadi rahasia umum dana milyaran yang mereka gunakan untuk menggalang kampanye. Padahal, di saat ini masih banyak warga negara kita yang butuh perhatian pemerintah.
Sang pemimpin
Berbeda jauh dengan masa pemerintahan di jaman Rasulullah SAW dulu. Begitu juga kita tahu saat kejayaan Islam di masa Khulafaur Rasyidin (bahasa Arab: الخلفاء الراشدون) atau Khalifah Ar-Rasyidin adalah empat orang khalifah (pemimpin) pertama agama Islam
Khalifah (Arab:خليفة Khalīfah) adalah gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570–632). Khalifah juga sering disebut sebagai Amīr al-Mu'minīn (أمير المؤمنين) atau "pemimpin orang yang beriman", atau "pemimpin orang-orang mukmin", yang kadang-kadang disingkat menjadi "amir".
Menjadi seorang pemimpin sesungguhnya adalah tanggung jawab yang sangat besar, karena bukan hanya bertanggung jawab kepada rakyat yang di pimpinnya, tapi juga kepada Allah SWT. 
Sebuah hadits yang di catat oleh Imam Ahmad (21504) Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir (16770),
شَرِيكٌ , عَنْ أَبِي حَصِينٍ , عَنِ الْوَالِبِيِّ صَدِيقٌ لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ , عَنْ مُعَاذٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ النَّاسِ شَيْئًا , فَاحْتَجَبَ عَنْ أُولِي الضَّعَفَةِ وَالْحَاجَةِ , احْتَجَبَ اللَّهُ عَنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “
“dari Syuraik, dari Abu Hushain, dari Al Wabili sahabat dekat Mu’adz bin Jabal, dari Mu’adz, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Barangsiapa yang ditakdirkan oleh Allah Azza Wa Jalla untuk menjadi pemimpin yang mengemban urusan orang banyak, lalu ia menghindar dari orang yang lemah dan yang membutuhkan, Allah pasti akan menutup diri darinya di hari kiamat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam beliau bersabda:
إِنَّ شَرَّ الرِّعَاءِ الْحُطَمَةُ فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ
Sesungguhnya sejelek-jelek penggembala adalah yang kasar terhadap hewan gembalaannya” (HR. Muslim no. 1830).
Diibaratkan seorang pengembala, Rasulullah SAW sangat memperhatikan setiap detailnya, artinya terhadap hewan saja kita harus memberikan hak – hak  nya apalagi terhadap manusia? Sungguh Allah maha sempurna dan Rasulullah SAW satu – satunya panutan kita.
Kita bisa mengambil dua faidah dari hadits ini:
  1. Seorang yang diberikan oleh Allah amanah sebagai pemimpin yang mengurusi urusan rakyat tidak boleh kasar kepada mereka, bahkan harus bersikap lemah lembut
  2. Orang yang diberi Allah amanah sebagai pemimpin wajib bersikap lemah lembut dalam hal menunaikan hak-hak rakyat, namun lemah lembut yang disertai integritas, kekuatan dan determinasi. Bukan lemah lembut yang loyo dan lemah. Akan tetap lemah lembut yang penuh integritas, kekuatan dan determinasi
Ali bin Al Hakim, Abul Hasan menuturkan kepadaku, ‘Amr bin Murrah berkata kepada Mu’awiyah, aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Tidak seorang pun pemimpin yang menutup pintunya untuk orang yang membutuhkan, orang yang kekurangan dan orang miskin, kecuali Allah akan menutup pintu langit dari kekurangan, kebutuhan dan kemiskinannya. Lalu Allah pun menjadikan Mu’awiyah orang yang memperhatikan kebutuhan rakyat‘”
Rasulullah sudah memberikan kita tuntunannya dalam memilih dan menjadi seorang pemimpin. Maka wahai para calon pemimpin dan rakyat yang akan dipimpin, selektif lah kalian dalam memimpin. Sesungguhnya kalian para pemimpin akan mengemban tanggung jawab yang begitu besar, bersikap lah seperti para amirul mukminin, belajarlah bagaimana mereka menjadi seorang pemimpin dan jadilah makmum yang baik, saat pemimpin yang kau pilih mengemban tugasnya.
Jadilah pemimpin yang dapat memenuhi hak – hak rakyat nya, dan jadilah rakyat yang memenuhi kewajiban – kewajiban terhadap keputusan pemimpinmu.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar