Renungan hati
Bila hari ini terasa berat, tersenyumlah karena Allah akan selalu ada
Bila hari ini kau mengeluh, bangkitlah dan bersyukurlah pada apa yang telah Allah berikan.
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang - orang yang khusyuk. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata" (QS. Al - Baqarah : 45)
Miris rasanya melihat seorang wanita setengah baya mondar mandir di jalanan tanpa tujuan sambil marah - marah. ya, wanita ini nampaknya kurang waras. Y Allah jadikan hamba orang - orang yang sabar dan kuat menghadapi segala ujian dan cobaanMu. Mungkin, bagi kita yang tidak mengenal wanita tersebut akan dengan mudahnya berucap "dasar orang gila". Tapi, pernahkan sekali saja terlintas betapa berat hidup yang harus dia panggul selama hidupnya ini? pernahkah sedikit saja terlintas iba di hati kita saat bertemu orang yang tidak waras?
Apakah karena hati kita yang sudah membeku? ataukah karena kita menganggap "Urusan saya banyak dan saya tidak punya waktu untuk memikirkan nasib orang lain". Pernahkah terpikirkan kenapa mereka bisa seperti itu?
Hati ini kuncinya. Bisa saja suatu saat kita seperti itu. Saat kita tidak lagi menjaga hati ini. Kenapa? karena hati ini sungguh rapuh. Hati ibarat tanaman. Bila tidak kita siram, nantinya hati ini akan mati. Layaknya bunga yang kehabisan sumber kehidupan. Hati ini sangatlah lembut dan mudah dipengaruhi kejahatan maka, penuhi hati dengan cinta Nya. Cinta dari orang tua, sahabat dan kerabat.
Bila hati ini sudah mati dan tidak lagi peka, apa pantas kita disebut manusia? Apakah rugi bila kita terus memupuk cinta di hati kita? Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab. Renungkanlah,,,
Hati ini milik Allah, Allah jua yang akan mengambilnya. Apa pantas kita semena - mena pada titipan Allah yang berharga ini? Cinta Allah sungguh luas untuk dinikmati sendiri. Tebarkan kasih sayang, tidak akan merugi bila kita saling menyayangi sesama muslim, sahabat, kerabat apalagi kepada kedua orang tua. Hormatilah mereka yang berjuang dengan susah payah untuk menjadikan kita seperti saat ini.
"Ketahuilah, di dalam tubuh ini ada segumpal daging. bila ia baik maka baik pula lah seluruh tubuh. dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. ketahuilah itu adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bila saat ini kau mudah murah, bersabarlah karena marah yang berlebihan tidak ada manfaatnya. Bila saat ini kau sedang iri, tersenyumlah bahwa Allah lebih tau apa yang terbaik buat kita. Bila saat ini kau sedang lelah dengan ujian Allah ikhlaskan semuanya dan pasrahkan pada Allah, karena yakinlah Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan kita. Allah Maha besar kuasanya, tidak akan ada yang bisa membandingi kekuasaan Allah. Hanya kepada Allah lah tempat kita meminta.
Kepercayaan itu, bukan sesuatu yang bisa di ungkapkan dengan kata - kata indah. Tapi, sesuatu yang hanya bisa dibuktikan dengan perbuatan. Seperti halnya kita yang percaya akan adanya Allah dzat yang maha Esa yang tiada banding. Semua manusia di dunia ini sama, yang membedakan hanyalah iman dan ketakwaannya.
Maka termasuk golongan yang manakah kita? Orang - orang yang hanya memandang fisik, kekayaan, jabatan, RAS, atau kah kita termasuk orang - orang yang percaya bahwa hanya Allah yang berhak menilai keimanan kita. Iri, dengki, kesombongan, keserakahan, egois dan terlalu sibuk dengan dunia itulah ciri - ciri orang yang merugi. Rugi karena lupa bahwa kasih sayang Allah sungguh jauh lebih indah daripada yang kita sangkakan. Tundukkan hati ini, buang kesombongan jauh - jauh dari diri kita. Kecantikan dan ketampanan akan sirna, harta pun hanya titipan Allah dan tidak akan kita bawa ke liang lahat. Akhiratlah tujuan kita.
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kamu juga tidak memandang kepada hartamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu".(HR. Muslim)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman : 13)
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang - orang yang khusyuk. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata" (QS. Al - Baqarah : 45)
Miris rasanya melihat seorang wanita setengah baya mondar mandir di jalanan tanpa tujuan sambil marah - marah. ya, wanita ini nampaknya kurang waras. Y Allah jadikan hamba orang - orang yang sabar dan kuat menghadapi segala ujian dan cobaanMu. Mungkin, bagi kita yang tidak mengenal wanita tersebut akan dengan mudahnya berucap "dasar orang gila". Tapi, pernahkan sekali saja terlintas betapa berat hidup yang harus dia panggul selama hidupnya ini? pernahkah sedikit saja terlintas iba di hati kita saat bertemu orang yang tidak waras?
Apakah karena hati kita yang sudah membeku? ataukah karena kita menganggap "Urusan saya banyak dan saya tidak punya waktu untuk memikirkan nasib orang lain". Pernahkah terpikirkan kenapa mereka bisa seperti itu?
Hati ini kuncinya. Bisa saja suatu saat kita seperti itu. Saat kita tidak lagi menjaga hati ini. Kenapa? karena hati ini sungguh rapuh. Hati ibarat tanaman. Bila tidak kita siram, nantinya hati ini akan mati. Layaknya bunga yang kehabisan sumber kehidupan. Hati ini sangatlah lembut dan mudah dipengaruhi kejahatan maka, penuhi hati dengan cinta Nya. Cinta dari orang tua, sahabat dan kerabat.
Bila hati ini sudah mati dan tidak lagi peka, apa pantas kita disebut manusia? Apakah rugi bila kita terus memupuk cinta di hati kita? Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab. Renungkanlah,,,
Hati ini milik Allah, Allah jua yang akan mengambilnya. Apa pantas kita semena - mena pada titipan Allah yang berharga ini? Cinta Allah sungguh luas untuk dinikmati sendiri. Tebarkan kasih sayang, tidak akan merugi bila kita saling menyayangi sesama muslim, sahabat, kerabat apalagi kepada kedua orang tua. Hormatilah mereka yang berjuang dengan susah payah untuk menjadikan kita seperti saat ini.
"Ketahuilah, di dalam tubuh ini ada segumpal daging. bila ia baik maka baik pula lah seluruh tubuh. dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. ketahuilah itu adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bila saat ini kau mudah murah, bersabarlah karena marah yang berlebihan tidak ada manfaatnya. Bila saat ini kau sedang iri, tersenyumlah bahwa Allah lebih tau apa yang terbaik buat kita. Bila saat ini kau sedang lelah dengan ujian Allah ikhlaskan semuanya dan pasrahkan pada Allah, karena yakinlah Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan kita. Allah Maha besar kuasanya, tidak akan ada yang bisa membandingi kekuasaan Allah. Hanya kepada Allah lah tempat kita meminta.
Kepercayaan itu, bukan sesuatu yang bisa di ungkapkan dengan kata - kata indah. Tapi, sesuatu yang hanya bisa dibuktikan dengan perbuatan. Seperti halnya kita yang percaya akan adanya Allah dzat yang maha Esa yang tiada banding. Semua manusia di dunia ini sama, yang membedakan hanyalah iman dan ketakwaannya.
Maka termasuk golongan yang manakah kita? Orang - orang yang hanya memandang fisik, kekayaan, jabatan, RAS, atau kah kita termasuk orang - orang yang percaya bahwa hanya Allah yang berhak menilai keimanan kita. Iri, dengki, kesombongan, keserakahan, egois dan terlalu sibuk dengan dunia itulah ciri - ciri orang yang merugi. Rugi karena lupa bahwa kasih sayang Allah sungguh jauh lebih indah daripada yang kita sangkakan. Tundukkan hati ini, buang kesombongan jauh - jauh dari diri kita. Kecantikan dan ketampanan akan sirna, harta pun hanya titipan Allah dan tidak akan kita bawa ke liang lahat. Akhiratlah tujuan kita.
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kamu juga tidak memandang kepada hartamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu".(HR. Muslim)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman : 13)
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar