Muhasabah
Bismillahirohmanirrohim
Di suatu pagi yang cerah, seperti biasanya saya mengantar adik saya mengajar. Di sebuah pertigaan yang hampir setap hari macet dan sangat ramai, ada seorang bapak - bapak yang biasa kita panggi pak Ogah, badan nya masih terlihat kekar dan menurut saya dia pasti di terima kerja dalam proyek pembangunan jalan, misalnya. Ada hal yang menarik perhatian saya. setiap mobil yang lalu lalang akan memberikan uang receh dengan cara di lempar ke jalan begitu saja dan tanpa ada kata "terimakasih" mungkin bagi sebagian orang tidak perlu memperhatikan etika yang baik atau mungkin sekedar bilang terimakasih. Ada banyak sekali orang seperti bpk ini yang terlhat sepele tapi keberadaannya justru sangat membantu kita semua. Penyakit hati yang sekarang mulai menjangkit setiap manusia. Kesombongan, harta, tahta, jabatan, bahkan pendidikan sekarang justru membuat banyak orang merasa paling hebat, paling baik, bahkan merasa tak tertandingi.
Banyak di sekeliling kita, bahkan terkadang dalam diri kita sendiri ada rasa sombong meski kadang sangat kecil. Itulah salah satu cara setan menjerumuskan kita ke neraka membuat hal - hal yang tidak Allah sukai. Itulah kenapa betapa pentingnya kita selalu menaga hati kita. Apalah arti manusia bila dibandingkan dengan kekuasaan Allah? sungguh kita ini sama sekali tidak layak untuk merasa lebih baik dari orang lain. Rasullulah SAW selalu mencontohkan kebaikan, budi pekerti yang santun, bahkan teringat cerita seorang pengemis buta yang selalu menghina rasulullah bahkan menyebut rasulullah dengan sebutan orang gila. Tetapi, dengan tangan beliau sendiri menyuapi si orang buta tersebut.
Sabda rasullulah SAW " Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain" (HR.Bukhari)
Betapa banyak orang yang saat ini tidak menggunakan lagi hatinya, Semua mengikuti hawa nafsunya. Menjadi manusia yang mudah marah, penuh kebencian. Bahkan dalam usia muda mereka justru terjerumus dalam kebencian yang mengakibatkan kematian. Tidak pernah ada hidayah yang datangnya secara tiba - tiba. semua butuh proses, kalau bukan diri kita sendiri siapa lagi.
Dan bila kita merasa lebih baik dari seseorang, segeralah bertaubat. Sungguh hanya Allah yang menilai seberapa besar ketakwaan kita, iman kita, niat kita dan apa yang menjadi tujuan hidup kita di dunia ini.
"Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya. Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu"(QS.An Nuur:64)
Bukankah sudah jelas bahwa Allah menciptakan manusia agar bertakwa kepada Allah? bukankah sudah jelas kekuasaan Allah yang maha segala - galanya? lantas adakah sedikit celah untuk kita sombong? sungguh manusia - manusia yang mengetahui hal ini tidak akan sedikit saja memiliki rasa sombong.
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS.Adz Dzariat : 56-58)
Rasulullah SAW bersabda "sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang merasa cukup dan yang rajin beribadah secara diam - diam" (HR. Muslim)
Sudah sepantasnya kita lebih sering muhasabah diri, lebiha banyak mengkoreksi diri sendiri daripada sibuk menilai kekurangan dan kesalahan orang lain. Nantinya kita pasti mengalami yang namanya kematian dan saat kita menghadap Allah nanti hanya ada amal soleh yang menemani kita bahkan menyelamatkan kita. Marilah sama - sama kita berlomba - lomba meraih rahmat dan kasih sayang Allah karena sungguh hanya dengan rahmat Allah lah kita bisa masuk ke surgaNya.
"Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”. Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar