Berpikir positif, Jauhi Dementor
Unknown
Masih inget serial best seller Harry Potter?? di salah satu serinya ada cerita mengenai sesosok dementor. Dementor digambarkan sesosok yang menyeramkan dan setiap ada dia seakan-akan hidup ini tidak ada kebahagiaan. Dementor dikisahkan sesosok yang selalu memberikan efek negatif kepada siapa saja yang dia dekati. Sungguh sosok yang sangat menyeramkan. Pernah terlintaskah bahwa ada banyak manusia yang tanpa sadar memiliki sifat seperti dementor. Tidak percaya? Lihat disekeliling kita.
Ada orang yang bila didekatnya seakan kita tidak pernah benar, apa yang kita lakukan selalu salah dimata para dementor. Setiap dimintai pendapat selalu saja pendapat negatif yang terlontar dari bibirnya. Bahkan tidak pernah mau mengalah dengan orang lain. Sangat menyeramkan sosok dementor itu.
Tahukah bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap pola pikir kita yang akhirnya mempengaruhi tingkah laku kita. Untuk itu, sangat penting kita memilih lingkungan yang baik. Sekuat-kuatnya iman, bila kita salah memilih teman nantinya kita bisa terpengaruh. Bukan berarti kita membatasi diri dalam pergaulan sehari-hari, tapi kita perlu menjaga pola pikir kita agar selalu membawa dampak positif.
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari Muslim)
Semuanya kembali lagi pada pilihan kita. Mau menjadi insan yang seperti apa itu semua pilihan. Ada hal mendasar yang perlu kita tanamkan pada diri kita. Selalu berpikir positif akan apa yang terjadi dengan diri ini. Allah tidak pernah memberikan ujian melebihi kemampuan kita.
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (At Taghaabun:11)
Selalu berpikir positif akan apa yang Allah berikan untuk kita adalah cara terbaik untuk hidup bahagia. Memang, terkadang apa yang kita inginkan tidak langsung Allah ijabah. Kadang kita harus menunggu dalam kurun waktu yang lama untuk mendapatkan apa yang kita mau, atau bahkan kita tidak akan pernah mendapatkan hal tersebut.
Bisa jadi, apa yang kita mau itu tidak baik untuk kita atau mungkin kita belum siap mendapatkan apa yang kita mau. Khawatir saat kita mendapatkannya kita malah menjadi sombong. Sungguh Allah maha mengetahui.
"Barang siapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah maka hendaklah memperbanyak doa pada saat lapang" (HR. Thirmidzi)
Mulai saat ini, buang jauh-jauh pikiran negatif yang menggerogoti diri mulailah berpikir positif. Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan ketahuilah Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bila saat ini kita belum mendapatkan apa yang kita mau, jangan menyerah berdoalah minta sama sang Maha Pemberi. Bila hanya berdoa saja, tidak akan ada perubahan maka berikhtiarlah. Lakukan hal-hal positif yang akan menjadikan diri lebih bersemangat menjalani hidup ini. Allah maha pemberi dan sudah selayaknya kita bekerja keras menyambut pemberian Allah.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Ada orang yang bila didekatnya seakan kita tidak pernah benar, apa yang kita lakukan selalu salah dimata para dementor. Setiap dimintai pendapat selalu saja pendapat negatif yang terlontar dari bibirnya. Bahkan tidak pernah mau mengalah dengan orang lain. Sangat menyeramkan sosok dementor itu.
Tahukah bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap pola pikir kita yang akhirnya mempengaruhi tingkah laku kita. Untuk itu, sangat penting kita memilih lingkungan yang baik. Sekuat-kuatnya iman, bila kita salah memilih teman nantinya kita bisa terpengaruh. Bukan berarti kita membatasi diri dalam pergaulan sehari-hari, tapi kita perlu menjaga pola pikir kita agar selalu membawa dampak positif.
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari Muslim)
Semuanya kembali lagi pada pilihan kita. Mau menjadi insan yang seperti apa itu semua pilihan. Ada hal mendasar yang perlu kita tanamkan pada diri kita. Selalu berpikir positif akan apa yang terjadi dengan diri ini. Allah tidak pernah memberikan ujian melebihi kemampuan kita.
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (At Taghaabun:11)
Selalu berpikir positif akan apa yang Allah berikan untuk kita adalah cara terbaik untuk hidup bahagia. Memang, terkadang apa yang kita inginkan tidak langsung Allah ijabah. Kadang kita harus menunggu dalam kurun waktu yang lama untuk mendapatkan apa yang kita mau, atau bahkan kita tidak akan pernah mendapatkan hal tersebut.
Bisa jadi, apa yang kita mau itu tidak baik untuk kita atau mungkin kita belum siap mendapatkan apa yang kita mau. Khawatir saat kita mendapatkannya kita malah menjadi sombong. Sungguh Allah maha mengetahui.
"Barang siapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah maka hendaklah memperbanyak doa pada saat lapang" (HR. Thirmidzi)
Mulai saat ini, buang jauh-jauh pikiran negatif yang menggerogoti diri mulailah berpikir positif. Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan ketahuilah Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bila saat ini kita belum mendapatkan apa yang kita mau, jangan menyerah berdoalah minta sama sang Maha Pemberi. Bila hanya berdoa saja, tidak akan ada perubahan maka berikhtiarlah. Lakukan hal-hal positif yang akan menjadikan diri lebih bersemangat menjalani hidup ini. Allah maha pemberi dan sudah selayaknya kita bekerja keras menyambut pemberian Allah.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
20.52
Muhasabah
Unknown
Bismillahirohmanirrohim
Di suatu pagi yang cerah, seperti biasanya saya mengantar adik saya mengajar. Di sebuah pertigaan yang hampir setap hari macet dan sangat ramai, ada seorang bapak - bapak yang biasa kita panggi pak Ogah, badan nya masih terlihat kekar dan menurut saya dia pasti di terima kerja dalam proyek pembangunan jalan, misalnya. Ada hal yang menarik perhatian saya. setiap mobil yang lalu lalang akan memberikan uang receh dengan cara di lempar ke jalan begitu saja dan tanpa ada kata "terimakasih" mungkin bagi sebagian orang tidak perlu memperhatikan etika yang baik atau mungkin sekedar bilang terimakasih. Ada banyak sekali orang seperti bpk ini yang terlhat sepele tapi keberadaannya justru sangat membantu kita semua. Penyakit hati yang sekarang mulai menjangkit setiap manusia. Kesombongan, harta, tahta, jabatan, bahkan pendidikan sekarang justru membuat banyak orang merasa paling hebat, paling baik, bahkan merasa tak tertandingi.
Banyak di sekeliling kita, bahkan terkadang dalam diri kita sendiri ada rasa sombong meski kadang sangat kecil. Itulah salah satu cara setan menjerumuskan kita ke neraka membuat hal - hal yang tidak Allah sukai. Itulah kenapa betapa pentingnya kita selalu menaga hati kita. Apalah arti manusia bila dibandingkan dengan kekuasaan Allah? sungguh kita ini sama sekali tidak layak untuk merasa lebih baik dari orang lain. Rasullulah SAW selalu mencontohkan kebaikan, budi pekerti yang santun, bahkan teringat cerita seorang pengemis buta yang selalu menghina rasulullah bahkan menyebut rasulullah dengan sebutan orang gila. Tetapi, dengan tangan beliau sendiri menyuapi si orang buta tersebut.
Sabda rasullulah SAW " Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain" (HR.Bukhari)
Betapa banyak orang yang saat ini tidak menggunakan lagi hatinya, Semua mengikuti hawa nafsunya. Menjadi manusia yang mudah marah, penuh kebencian. Bahkan dalam usia muda mereka justru terjerumus dalam kebencian yang mengakibatkan kematian. Tidak pernah ada hidayah yang datangnya secara tiba - tiba. semua butuh proses, kalau bukan diri kita sendiri siapa lagi.
Dan bila kita merasa lebih baik dari seseorang, segeralah bertaubat. Sungguh hanya Allah yang menilai seberapa besar ketakwaan kita, iman kita, niat kita dan apa yang menjadi tujuan hidup kita di dunia ini.
"Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya. Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu"(QS.An Nuur:64)
Bukankah sudah jelas bahwa Allah menciptakan manusia agar bertakwa kepada Allah? bukankah sudah jelas kekuasaan Allah yang maha segala - galanya? lantas adakah sedikit celah untuk kita sombong? sungguh manusia - manusia yang mengetahui hal ini tidak akan sedikit saja memiliki rasa sombong.
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS.Adz Dzariat : 56-58)
Rasulullah SAW bersabda "sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang merasa cukup dan yang rajin beribadah secara diam - diam" (HR. Muslim)
Sudah sepantasnya kita lebih sering muhasabah diri, lebiha banyak mengkoreksi diri sendiri daripada sibuk menilai kekurangan dan kesalahan orang lain. Nantinya kita pasti mengalami yang namanya kematian dan saat kita menghadap Allah nanti hanya ada amal soleh yang menemani kita bahkan menyelamatkan kita. Marilah sama - sama kita berlomba - lomba meraih rahmat dan kasih sayang Allah karena sungguh hanya dengan rahmat Allah lah kita bisa masuk ke surgaNya.
"Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”. Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
20.24
Renungan hati
Unknown
Bila hari ini terasa berat, tersenyumlah karena Allah akan selalu ada
Bila hari ini kau mengeluh, bangkitlah dan bersyukurlah pada apa yang telah Allah berikan.
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang - orang yang khusyuk. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata" (QS. Al - Baqarah : 45)
Miris rasanya melihat seorang wanita setengah baya mondar mandir di jalanan tanpa tujuan sambil marah - marah. ya, wanita ini nampaknya kurang waras. Y Allah jadikan hamba orang - orang yang sabar dan kuat menghadapi segala ujian dan cobaanMu. Mungkin, bagi kita yang tidak mengenal wanita tersebut akan dengan mudahnya berucap "dasar orang gila". Tapi, pernahkan sekali saja terlintas betapa berat hidup yang harus dia panggul selama hidupnya ini? pernahkah sedikit saja terlintas iba di hati kita saat bertemu orang yang tidak waras?
Apakah karena hati kita yang sudah membeku? ataukah karena kita menganggap "Urusan saya banyak dan saya tidak punya waktu untuk memikirkan nasib orang lain". Pernahkah terpikirkan kenapa mereka bisa seperti itu?
Hati ini kuncinya. Bisa saja suatu saat kita seperti itu. Saat kita tidak lagi menjaga hati ini. Kenapa? karena hati ini sungguh rapuh. Hati ibarat tanaman. Bila tidak kita siram, nantinya hati ini akan mati. Layaknya bunga yang kehabisan sumber kehidupan. Hati ini sangatlah lembut dan mudah dipengaruhi kejahatan maka, penuhi hati dengan cinta Nya. Cinta dari orang tua, sahabat dan kerabat.
Bila hati ini sudah mati dan tidak lagi peka, apa pantas kita disebut manusia? Apakah rugi bila kita terus memupuk cinta di hati kita? Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab. Renungkanlah,,,
Hati ini milik Allah, Allah jua yang akan mengambilnya. Apa pantas kita semena - mena pada titipan Allah yang berharga ini? Cinta Allah sungguh luas untuk dinikmati sendiri. Tebarkan kasih sayang, tidak akan merugi bila kita saling menyayangi sesama muslim, sahabat, kerabat apalagi kepada kedua orang tua. Hormatilah mereka yang berjuang dengan susah payah untuk menjadikan kita seperti saat ini.
"Ketahuilah, di dalam tubuh ini ada segumpal daging. bila ia baik maka baik pula lah seluruh tubuh. dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. ketahuilah itu adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bila saat ini kau mudah murah, bersabarlah karena marah yang berlebihan tidak ada manfaatnya. Bila saat ini kau sedang iri, tersenyumlah bahwa Allah lebih tau apa yang terbaik buat kita. Bila saat ini kau sedang lelah dengan ujian Allah ikhlaskan semuanya dan pasrahkan pada Allah, karena yakinlah Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan kita. Allah Maha besar kuasanya, tidak akan ada yang bisa membandingi kekuasaan Allah. Hanya kepada Allah lah tempat kita meminta.
Kepercayaan itu, bukan sesuatu yang bisa di ungkapkan dengan kata - kata indah. Tapi, sesuatu yang hanya bisa dibuktikan dengan perbuatan. Seperti halnya kita yang percaya akan adanya Allah dzat yang maha Esa yang tiada banding. Semua manusia di dunia ini sama, yang membedakan hanyalah iman dan ketakwaannya.
Maka termasuk golongan yang manakah kita? Orang - orang yang hanya memandang fisik, kekayaan, jabatan, RAS, atau kah kita termasuk orang - orang yang percaya bahwa hanya Allah yang berhak menilai keimanan kita. Iri, dengki, kesombongan, keserakahan, egois dan terlalu sibuk dengan dunia itulah ciri - ciri orang yang merugi. Rugi karena lupa bahwa kasih sayang Allah sungguh jauh lebih indah daripada yang kita sangkakan. Tundukkan hati ini, buang kesombongan jauh - jauh dari diri kita. Kecantikan dan ketampanan akan sirna, harta pun hanya titipan Allah dan tidak akan kita bawa ke liang lahat. Akhiratlah tujuan kita.
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kamu juga tidak memandang kepada hartamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu".(HR. Muslim)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman : 13)
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang - orang yang khusyuk. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata" (QS. Al - Baqarah : 45)
Miris rasanya melihat seorang wanita setengah baya mondar mandir di jalanan tanpa tujuan sambil marah - marah. ya, wanita ini nampaknya kurang waras. Y Allah jadikan hamba orang - orang yang sabar dan kuat menghadapi segala ujian dan cobaanMu. Mungkin, bagi kita yang tidak mengenal wanita tersebut akan dengan mudahnya berucap "dasar orang gila". Tapi, pernahkan sekali saja terlintas betapa berat hidup yang harus dia panggul selama hidupnya ini? pernahkah sedikit saja terlintas iba di hati kita saat bertemu orang yang tidak waras?
Apakah karena hati kita yang sudah membeku? ataukah karena kita menganggap "Urusan saya banyak dan saya tidak punya waktu untuk memikirkan nasib orang lain". Pernahkah terpikirkan kenapa mereka bisa seperti itu?
Hati ini kuncinya. Bisa saja suatu saat kita seperti itu. Saat kita tidak lagi menjaga hati ini. Kenapa? karena hati ini sungguh rapuh. Hati ibarat tanaman. Bila tidak kita siram, nantinya hati ini akan mati. Layaknya bunga yang kehabisan sumber kehidupan. Hati ini sangatlah lembut dan mudah dipengaruhi kejahatan maka, penuhi hati dengan cinta Nya. Cinta dari orang tua, sahabat dan kerabat.
Bila hati ini sudah mati dan tidak lagi peka, apa pantas kita disebut manusia? Apakah rugi bila kita terus memupuk cinta di hati kita? Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab. Renungkanlah,,,
Hati ini milik Allah, Allah jua yang akan mengambilnya. Apa pantas kita semena - mena pada titipan Allah yang berharga ini? Cinta Allah sungguh luas untuk dinikmati sendiri. Tebarkan kasih sayang, tidak akan merugi bila kita saling menyayangi sesama muslim, sahabat, kerabat apalagi kepada kedua orang tua. Hormatilah mereka yang berjuang dengan susah payah untuk menjadikan kita seperti saat ini.
"Ketahuilah, di dalam tubuh ini ada segumpal daging. bila ia baik maka baik pula lah seluruh tubuh. dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. ketahuilah itu adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bila saat ini kau mudah murah, bersabarlah karena marah yang berlebihan tidak ada manfaatnya. Bila saat ini kau sedang iri, tersenyumlah bahwa Allah lebih tau apa yang terbaik buat kita. Bila saat ini kau sedang lelah dengan ujian Allah ikhlaskan semuanya dan pasrahkan pada Allah, karena yakinlah Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan kita. Allah Maha besar kuasanya, tidak akan ada yang bisa membandingi kekuasaan Allah. Hanya kepada Allah lah tempat kita meminta.
Kepercayaan itu, bukan sesuatu yang bisa di ungkapkan dengan kata - kata indah. Tapi, sesuatu yang hanya bisa dibuktikan dengan perbuatan. Seperti halnya kita yang percaya akan adanya Allah dzat yang maha Esa yang tiada banding. Semua manusia di dunia ini sama, yang membedakan hanyalah iman dan ketakwaannya.
Maka termasuk golongan yang manakah kita? Orang - orang yang hanya memandang fisik, kekayaan, jabatan, RAS, atau kah kita termasuk orang - orang yang percaya bahwa hanya Allah yang berhak menilai keimanan kita. Iri, dengki, kesombongan, keserakahan, egois dan terlalu sibuk dengan dunia itulah ciri - ciri orang yang merugi. Rugi karena lupa bahwa kasih sayang Allah sungguh jauh lebih indah daripada yang kita sangkakan. Tundukkan hati ini, buang kesombongan jauh - jauh dari diri kita. Kecantikan dan ketampanan akan sirna, harta pun hanya titipan Allah dan tidak akan kita bawa ke liang lahat. Akhiratlah tujuan kita.
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kamu juga tidak memandang kepada hartamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu".(HR. Muslim)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman : 13)
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
20.11
Jodoh Dunia Akhirat II
Unknown
![]() |
| Sederhana itu indah |
Banyak sekali orang yang menilai "menikah kok harus belajar dulu?" Memang, hal yang di anggap tabu dan tidak sepantasnya. Padahal, di luar negri seperti Malaysia misalnya, saat dua orang akan menikah, mereka harus menjalani semacam konseling pernikahan yang nantinya akan diberikan semacam sertifikat. saat ini banyak sekali anak muda yang terpaksa harus menikah karena sudah hamil misalnya, atau merasa setelah menikah akan ada banyak hal yang jauh lebih indah ibarat sang putri dan pangeran di cerita dongeng yang happily ever after.
Apa saja proses upgrading itu?
1. Ilmu nikah
Percaya atau tidak, ilmu nikah sangatlah perlu. Toh dalam menimba ilmu tidak harus di sekolah, bisa saja melalui seminar - seminar pernikahan, lebih banyak membaca buku tentang pernikahan, melalui internet atau mungkin ikut sekolah pranikah. Menikah itu, menggabungkan dua orang dalam satu rumah. dua orang dari keluarga yang bebeda, dari hasil didikan yang berbeda dan dari kebiasaan - kebiasaan yang berbeda. Lantas bagaimana menyatukannya kalau tidak memiliki ilmu? setidaknya, saat menikah kita tidak kaget dengan hal - hal yang nantinya akan kita hadapi.Bisa juga dengan mempelajari berbagai macam kareakter manusia yang biasanya ada semacam penggolongan. Fungsinya, agar kita paham bagaimana menempatkan diri terhadap pasangan agar terjalin harmonisasi.
Ujian dari setiap pernikahan berbeda - beda tergantung kemampuan kita masing - masing. Dengan berbekal ilmu, di harapkan kita bisa lebih siap layaknya orang yang akan berperang. karena ketahuilah menikah itu ujian yang tiada batasnya, proses pembelajaran yang terus - menerus.
2. Persiapan hati
Setelah kita punya ilmunya, proses selanjutnya adalah persiapan hati. Dalam hal ini kaitannya dengan kedewasaan. Kedewasaan seseorang tidak bisa di ukur berdasarkan umur. Kedewasaan disini dalam hal memecahkan suatu masalah. kenali diri sendiri, berkacalah dan intropeksi diri. Bisa jadi hambatan yang ada selama ini karena sesungguhnya kita belum siap dan dewasa dalam bertindak.
Tidak ada salahnya menikah muda, asal sudah dewasa. Bukankah pernikahan itu proses pembelajaran? bukankah kita perlu lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Apapun ujian dan masalahnya, tidak akan membuat kita mati tapi membuat kita lebih kuat. Layaknya sebuah berlian yang mengalami proses panjang agar mendapat bentuk yang seindah sekarang.
3. Aktifkan magnet jodoh
Bagaimana kita bisa bertemu jodoh kita, kalau kita hanya menutup diri? bagaimana jodoh yang kita inginkan tahu kalau ada kita yang sedang menantinya? mungkin tanpa sadar kita terlalu menutup diri kita dari pergaulan. Tidak perlu mengumbar - umbar diri agak di pilih, tapi pantaskan diri agar menjadi pilihan yang baik.
Berhentilah sibuk bertanya dimana jodoh saya, tapi pantaskan dan siapkan diri untuk mendapat jodoh yang diinginkan. Allah akan hadirkan dia dengan cara yang indah. Benar bahwa yang namanya jodoh itu tidak akan tertukar. Kalau memang belum saatnya, ya tidak akan di pertemukan. Ambil hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan. Setiap ujian dari Allah adalah proses peningkatan iman kita serta kesiapan dan kedewasaan kita dalam hidup ini. Jodoh itu, cerminan diri kita. Kenali dulu diri kita, siapa kita dan bagaimana kita selama ini. sudah pantaskah?
Selecting
1. Kenali cita cinta
Setiap manusia pasti punya mimpi, punya target pencapaian yang berbeda - beda. seperti halnya kesuksesan seseorang antara si A dan si B akan berbeda. Sehingga kita tidak bisa serta merta menilkai bahwa si A sukses sedangkan si B tidak. Padahal bisa jadi menurut si A si B jauh lebih sukses dari dirinya sendiri. Tujuan dari sebuah pernikahanpun harus jelas antara keduanya. Karena nantinya, rumah tangga tersebut akan dibangun keduanya bukan kakak atau orangtua. Untuk itu sangat penting sekali bagi keduanya untuk saling mengungkapkan apa visi misi mereka kedepannya.
Misalnya juga konsekuensi dalam pekerjaan, hal ini termasuk yang sangat riskan dan tidak jarang sebagai pemicu perceraian. Bila di awal - awal pernikahan, sebaiknya jangan LDM (Long Distance Marriage). Banyak yang bilang lebih mengutamakan keluarga, tetapi pada kenyataannya tidak begitu adanya. apalagi saat karir kita ada di puncak (terutama bagi wanita) akan sulit baginya membuat keputusan. Semua itu kembali lagi pada si dua orang yang akan menikah tersebut. Apapun nanti rintangannya, asal keduanya sudah siap dan sama - sama mau mencari solusi dari permasalahan yang ada setiap rantangan akan mudah dilewati bersama. Komunikasi adalah hal yang paling penting.
Sebuah pernikahan layaknya kapal yang sedang berlayar. Akan ada badai, hujan lebat ombak yang tinggi juga ada saat kapal berlayar di cuaca yang cerah tanpa hambatan. Sang suami layaknya nahkoda dari kapal tersebut sedang sang istri sebagai navigatornya. Keduanya saling membutuhkan agar kapal tersebut sampai di tempat tujuan. Masalahnya, ini yang kadang sering terlupakan orang yang akan menikah. Mereka memiliki tujuan yang berbeda. Bagaimana mungkin sebuah kabal dengan 1 nahkoda dan 1 navigator bisa mencapai dua tujuan jika keduanya tidak saling melengkapi? untuk itu kenali dulu tujuan orang yang akan di jadikan suami/ istri. Bicarakan baik - baik dan perlu untuk menyamakan tujuan. Paling tidak, keduanya tahu apa yang diinginkan pasangannya.
2. Lihat apa adanya
Hal ini yang terkadang disalahartikan oleh banyak orang. Mereka menuntut pasangannya untuk siap menerima mereka apa adanya, padahal tidak seperti itu yang seharusnya. Lihat apa adanya, kenali sifat - sifat aslinya dan tanya pada diri kita sendiri mampukah atau sanggupkah menerima calon pasangan kita? masihkah bisa kita toleransi apa yang menjadi kekurangannya. Menurut @canunkamil konsep menerima apa adanya itu merupakan "konsep racun". Kenapa? karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing - masing. Kita yang akan menjalani pernikahan tersebut, bukan orang lain jadi kita yang tahu sejauh mana kesanggupan kita.
3. Jodoh atau bukan, pernikahan itu sesuatu yang harus dijalankan seumur hidup
Ini yang seringkali menghambat kita menuju pernikahan. Terkadang kita menilai seseorang terlalu baik dan menganggap dia adalah jodoh kita. Padahal Jodoh itu bukan siapa dia, tapi siapa saya. Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita mau. Kenali diri sendiri, baik dari sifat - sifat kita sehari - hari bahkan kekurangan kita. Fungsinya, agar saat kita menemukan orang yang bisa menerima sifat kita dan kita bisa nyaman dengan orang tersebut karena dirasa bisa melengkapi apa yang kita butuhkan. This is it maybe he/ she is what you need. Jangan tanya kenapa sampai saat ini kita masih sendiri, bisa jadi usaha kita selama ini belum maksimal. Bisa jadi kita terlalu tertutup yang membuat orang lain justru tidak dapat mengenal kita. Tentunya dengan batasan - batasan yang sudah di atur Allah.
Semua ini adalah usaha dan ikhtiar sebagai hamba Allah. Manusia hanya bisa berencana, berdoa, usaha dan ikhtiar. Selebihnya, serahkan sama Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"
(QS. Al-Baqarah : 216)
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
20.04
Menjadi lebih baik itu perlu
Unknown
Pada dasarnya, manusia suka hal - hal yang indah. Rumah yang indah, halaman yang indah, baju yang indah, penampilan yang indah, bahkan fisik yang indah. Fisik yang indah ada kaitannya dengan bentuk yang Allah ciptakan untuk manusia. Maha besar Allah menciptakan manusia dengan tidak ada satu pun yang sama.Bbahkan anak yang terlahir kembarpun pasti memiliki perbedaan antara satu sama lain. Itu lah kenapa manusia itu unik.
Bisa kita liat saat ini di jaman yang serba full teknologi, banyak media yang memudahkan kita membuat hal - hal indah. Misalnya mencari tips - tips di internet cara membuat taman agar terlihat indah, atau desain interior yang bisa kita pelajari otodidak atau mungkin cara mempercantik diri (wanita) dan menjadi lebih menarik (pria). Namun, semua itu hanyalah tampilan luar. Saat ini banyak orang memburu dunia, menjadi lebih baik di mata manusia namun sedikit sekali yang memburu akhiratnya. Padahal tujuan hidup kita yang sesungguhnya kelak adalah akhirat.
Banyak orang lupa diri dan menjadi acuh dengan tujuan utamanya, bisa jadi karena lemahnya iman atau mungkin kurangnya kemauan untuk menjemput hidayah Allah. Akibatnya, saat ini sering sekali terjadi hal - hal buruk di sekitar kita. Contohnya, para pemimpin yang tidak lagi peduli akan amanahnya atau manusia - manusia yang tidak lagi perduli satu sama lain. Harta, tahta, dijadikan patokan kesuksesan seseorang. Akibatnya, timbul kesenjangan sosial. Itu baru secuil duri dari seorang manusia. Bahkan tidak sedikit orang yang membuat batasan - batasan dalam bersosialisasi hanya karena bentuk fisik seseorang. Belum lagi ada beberapa yang mengelompokkan berdasarkan RAS. Bukankah kita semua ciptaan Allah, pantaskah kita menghina sebaik - baik ciptaan Allah?
Allah SWT berfirman "Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik - baiknya". (QS At Tin : 4)
Apa yang ada pada diri kita saat ini adalah yang terbaik bagi kita. Bisa jadi kita tidak sanggup bila menerima bentuk yang jauh lebih baik dari sekarang. Bisa jadi kita termasuk golongan orang - orang yang kufur nikmat (naudzubillah). Allah menciptakan segala sesuatunya bukan tanpa maksud. Mulailah dari diri kita sendiri, berhenti menilai seseorang hanya dari luar nya saja. Baik itu dari masa lalunya, fisiknya, keluarganya, atau mungkin lingkungannya. Memang, semua hal tersebut sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Tapi, pantaskah kita menilai keimanan seseorang? benarkah kita tahu tingkat keimanannya? Muslim kah, Mukmin kah atau Muttaqin? Wallahualam, hanya Allah yang tahu apa yang ada di hati kita. Belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita anggap lebih buruk dari kita.
Allah berfirman "Sesungguhnya orang - orang yang beriman itu hanyalah orang - orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu - ragu dan berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang - orang yang benar" (QS. Al-Hujurat : 15)
Bukan berarti kita merasa lebih baik, lantas kita sok dan malah memilih - milih teman. Mulai saat ini, tanamkan pada diri kita bahwa kita mau menjadi pribadi yang lebih baik yang perduli dengan orang lain. Bila kita bisa menjadi lebih baik, kenapa kita tidak mengajak orang di sekitar kita untuk ikut sama - sama belajar menjadi lebih baik.
"Selemah - lemahnya manusia ialah orang yang tidak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah itu orang yang mensia - siakan sahabat yang telah di cari" (Ali Bin Abi Thalib)
Kesempurnaan itu mutlak milik Allah, kita hanya sebagian kecil dari ciptaan Allah. Tidak sepantasnya ada rasa sombong meski hanya sedikit saja.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
16.26
Jodoh Dunia Akhirat I
Unknown
Jodoh itu bukan hanya melulu soal orang yang akan menjadi pendamping hidup qt. Jodoh bisa apa dan siapa saja. Misal partner kerja kita, bisa di bilang jodoh kita kenapa? Karena hanya dengan ijin Allah dia saat ini menjadi partner kita, rumah yang kita tempati bisa jadi ini memang jodoh kita yang memang Allah sudah hadirkan untuk kita dengan caraNya. Jodoh itu segala sesuatu yang berhubungan dengan kita langsung, bedanya kalau barang bisa jadi rusak, hilang, dan kita bisa beli lagi. Begitu pula dengan partner kerja kita. Saat kita pindah kerjaan atau partner kerja kita resign, akan ada orang yang menggantikan. Tetapi, bila jodoh itu suami/ istri kita mampukah kita menggantinya lagi? Mampukah kita menukar – nukar suami/ istri kita? Sejauh manakah kita memaknai arti dari jodoh? Lantas bila di tengah pernikahan terjadi perceraian, benarkah karena bukan lagi jodoh?
Banyak orang salah mengenai hal yang disebut – sebut sebagai jodoh, tapi jarang sekali orang yang ingin menjadikan jodohnya itu dunia akhirat Jodoh itu layaknya air jernih, yang suci dan mensucikan (@just_riant). Layaknya air yang mengalir, tempat dia mengalir akan mempengaruhi kualitas dari air tersebut. Saat air yang jernih mengarungi sungai yang bersih, maka air itu akan terus bersih namun saat air itu melewati selokan yg kotor dan bau, maka kualitas airnya pun akan menjadi buruk. Begitupun dengan jodoh, carilah jodoh kita dengan jalan yang baik agar kualitasnya pun baik. Kapan kita menemukan jodoh kita? Saat kita sudah menikah. Kenapa? Karena hanya dengan menikah kita bisa membangun JDA kita. Bukan berarti saat mau menikah nanti kita hanya asal milih dan asal nunjuk. Bagaimana caranya agar suami/ istri kita itu menjadi JDA kita? (@fufuelmart dan @canunkamil pada training JDA 26 Oktober 2013).
Cleansing
Kenapa kita butuh cleansing? Karena kita pribadi yang berproses, kita yang sekarang itu bagian dari masa lalu kita. Terkadang kita terlalu berlarut – larut dengan masa lalu yang sebenarnya itu penghambat terbesar bagi masa depan kita. Bisa jadi karena kita belum melepas masa lalu kita, yang membuat jodoh kita belum datang sampai saat ini. Kuncinya, kita harus berdamai dari masa lalu. Masa lalu yang seperti apa? Hanya kita pribadi yang bisa menjawabnya.
Ada tiga hal yang berhubungan dengan masa lalu yang harus kita cleansing
1. Dosa diri
Setiap orang punya masa lalu, setiap orang pasti pernah berbuat dosa dan sebaik – baik orang yang mau mengakui kesalahannya di masa lalu dan berubah menjadi lebih baik. Bukankah Allah itu maha pengampun? Allah SWT berfirman :
Rasullulah SAW bersabda :
2. Dosa orang tua
Adakalanya trauma akibat perceraian, KDRT atau perselingkuhan orang tua sangat mempengaruhi pribadi seseorang. Bahkan banyak sekali orang yang tidak menikah atau mungkin mengalami beberapa kali perceraian akibat trauma. Hal sepele memang tapi, orang tua sangat mempengaruhi pola pikir anaknya. Memaafkan dan terus positif thingking merupakan solusi yang satu ini. Memang, memaafkan adalah hal yang paling sulit. Tapi, percayalah hanya dengan memaafkan kita bisa melepas beban yang begitu berat yang selama ini ada di pundak kita. Peluk mereka dengan penuh cinta, bila kita tidak sanggup untuk memeluk luapkanlah melalui tulisan. Tidak ada satupun orang tua yang sempurna, tapi cinta dan kasih sayang mereka begitu sempurna hanya saja mereka terkadang salah atau bahkan tidak tahu cara yang benar dalam meluapkannya.
3. Dosa orang lain
Masih belum bisa memaafkan mantan yang menikah duluan? Atau masih belum bisa memaafkan orang yang pernah mengajak kita menikah tapi, tiba – tiba pergi begitu saja? Maafkan mereka, bisa jadi ini hal yang mengganjal keyakinan dan kemantapan kita untuk menikah. Percayalah Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita, bahkan mereka yng meninggalkan dan mencampakkan kita justru rugi karena sudah menyia – nyiakan orang yang mencintai mereka. Buah dari kesabaran yang panjang pasti akan menjadi hal yang istimewa. Pada intinya ada tiga hal yang perlu kita lakukan dalam proses cleansing TERIMA, SYUKURI dan MAAFKAN.
Allah SWT berfirman,
Banyak orang salah mengenai hal yang disebut – sebut sebagai jodoh, tapi jarang sekali orang yang ingin menjadikan jodohnya itu dunia akhirat Jodoh itu layaknya air jernih, yang suci dan mensucikan (@just_riant). Layaknya air yang mengalir, tempat dia mengalir akan mempengaruhi kualitas dari air tersebut. Saat air yang jernih mengarungi sungai yang bersih, maka air itu akan terus bersih namun saat air itu melewati selokan yg kotor dan bau, maka kualitas airnya pun akan menjadi buruk. Begitupun dengan jodoh, carilah jodoh kita dengan jalan yang baik agar kualitasnya pun baik. Kapan kita menemukan jodoh kita? Saat kita sudah menikah. Kenapa? Karena hanya dengan menikah kita bisa membangun JDA kita. Bukan berarti saat mau menikah nanti kita hanya asal milih dan asal nunjuk. Bagaimana caranya agar suami/ istri kita itu menjadi JDA kita? (@fufuelmart dan @canunkamil pada training JDA 26 Oktober 2013).
Cleansing
Kenapa kita butuh cleansing? Karena kita pribadi yang berproses, kita yang sekarang itu bagian dari masa lalu kita. Terkadang kita terlalu berlarut – larut dengan masa lalu yang sebenarnya itu penghambat terbesar bagi masa depan kita. Bisa jadi karena kita belum melepas masa lalu kita, yang membuat jodoh kita belum datang sampai saat ini. Kuncinya, kita harus berdamai dari masa lalu. Masa lalu yang seperti apa? Hanya kita pribadi yang bisa menjawabnya.
Ada tiga hal yang berhubungan dengan masa lalu yang harus kita cleansing
1. Dosa diri
Setiap orang punya masa lalu, setiap orang pasti pernah berbuat dosa dan sebaik – baik orang yang mau mengakui kesalahannya di masa lalu dan berubah menjadi lebih baik. Bukankah Allah itu maha pengampun? Allah SWT berfirman :
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 68-70).Bagaimana kita bisa menerima orang lain hadir dalam hidup kita sementara kita tidak bisa menerima kesalahan – kesalahan kita di masa lalu. Ada kalanya, kita perlu meluapkan emosi yang ada dalam diri kita. Mungkin dengan menulis, meluapkan di sela – sela tahajud kita atau hanya dengan memeluk sahabat kita dan menangis tanpa harus meluapkan apa yang terjadi pada diri kita. Allah itu maha penyayang, Allah menyimpan rapat aib kita.
Rasullulah SAW bersabda :
“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)Bersyukurlah, Allah menyimpan rapat aib kita, bersyukurlah karena sampai saat ini kita masih di selamatkan Allah dari aib kita. Sudah sepantasnya kita juga menutup rapat aib orang lain. Kadang kita lupa dan sibuk menilai orang lain dari masa lalu dan kesalahan – kesalahannya di masa lampau tanpa kita sadari kita pun punya masa lalu. Bohong kalau ada orang yang 100% tanpa kesalahan karena Allah mutlak yang sempurna. Dengan menutup aib orang lain, Allah akan menutub aib kita. Sesungguhnya semakin banyak kita membicarakan aib orang, sama saja kita sedang mendoakan diri kita sendiri Bisa jadi selama ini kita belum memaafkan diri kita sendiri dari masa lalu yang suram. Bisa jadi kita belum menerima masa lalu kita sendiri. Akibatnya kita menjadi minder, malu dan merasa tidak pantas mendapatkan yang lebih baik.
2. Dosa orang tua
Adakalanya trauma akibat perceraian, KDRT atau perselingkuhan orang tua sangat mempengaruhi pribadi seseorang. Bahkan banyak sekali orang yang tidak menikah atau mungkin mengalami beberapa kali perceraian akibat trauma. Hal sepele memang tapi, orang tua sangat mempengaruhi pola pikir anaknya. Memaafkan dan terus positif thingking merupakan solusi yang satu ini. Memang, memaafkan adalah hal yang paling sulit. Tapi, percayalah hanya dengan memaafkan kita bisa melepas beban yang begitu berat yang selama ini ada di pundak kita. Peluk mereka dengan penuh cinta, bila kita tidak sanggup untuk memeluk luapkanlah melalui tulisan. Tidak ada satupun orang tua yang sempurna, tapi cinta dan kasih sayang mereka begitu sempurna hanya saja mereka terkadang salah atau bahkan tidak tahu cara yang benar dalam meluapkannya.
3. Dosa orang lain
Masih belum bisa memaafkan mantan yang menikah duluan? Atau masih belum bisa memaafkan orang yang pernah mengajak kita menikah tapi, tiba – tiba pergi begitu saja? Maafkan mereka, bisa jadi ini hal yang mengganjal keyakinan dan kemantapan kita untuk menikah. Percayalah Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita, bahkan mereka yng meninggalkan dan mencampakkan kita justru rugi karena sudah menyia – nyiakan orang yang mencintai mereka. Buah dari kesabaran yang panjang pasti akan menjadi hal yang istimewa. Pada intinya ada tiga hal yang perlu kita lakukan dalam proses cleansing TERIMA, SYUKURI dan MAAFKAN.
Allah SWT berfirman,
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, iaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu senang mahupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan kesalahan orang. Allah suka kepada orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)Maha benar Allah dengan segala firmanNya
06.58
Bukan pernikahan cinderella
Unknown
Masih ingat dengan sebuah cerita
dongeng jaman masih kecil dulu? Cinderella. Dongeng yang menceritakan seorang
wanita yg jatuh cinta pada seorang pangeran tampan dan kaya raya, tapi apalah
daya dia hanya seorang wanita biasa yang selalu di tindas ibu tiri dan kedua
kaka tirinya yang jahat. Hidupnya bak pembantu yang tidak pernah dihargai. Singkat
cerita, sang putri di tolong seorang peri yang membantunya datang ke pesta
dansa dan akhirnya menikah dengan pangeran dan bahagia selamanya (happily ever
after). Kira – kira begitu ya ceritanya kalau saya tidak salah ingat.
Hal ini membuat para wanita selalu
berangan – angan hadir seorang pangeran berkuda putih meminangnya dan merekapun
menikah bahagia selamanya. Tapi, itu semua hanya ada di dongeng. Tapi, ada hal
yang bisa kita pelajari selain berangan – angan bahwa hidup setelah pernikahan
itu akan selamanya bahagia. Kalau kita menyimpulkan dari cerita tersebut, bahwa
di balik ujian – ujian yang ada akan datang satu masa dimana akhirnya kita bisa
merengkuh kebahagiaan yang hakiki. Tentunya kebahagiaan yang kita rindukan
adalah JannahNya.
Setiap manusia diciptakan Allah
berpasang – pasangan. Sebagaimana firman Allah yang artinya : “Dan segala
sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran
Allah.” (QS Adz-Zaariyat: 49). Oleh karena itu, menikah merupakan fitrah
manusia. Pernikahan atau nikah artinya terkumpul dan menyatu (wikipedia). Menurut
istilah lain juga dapat berarti ijab qabul (akad nikah).
Setiap orang pasti ingin menikah, tapi
tidak semua orang membekali diri dengan ilmu sebelum menuju gerbang pernikahan.
Bahkan saat ini fenomena nikah cerai sudah menjadi hal yang sepertinya di
anggap biasa bagi sebagian orang.
Untuk itu, ada beberapa tips yang dapat
kita ambil hikmahnya dari kajian Bukan Pernikahan Cinderella oleh ustd Iwan
Januar.
- Pernikahan adalah sebuah pilihan. Saat seseorang yakin bahwa dia siap menikah, artinya dia siap berkomitmen dan benar – benar siap dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan yang nantinya akan datang. Kenapa? Karena ini bukan seperti di dongeng. Sudahlah jelas bahwa sebuah pernikahan itu adalah proses pembelajaran yang tidak akan ada habisnya sampai kita meninggal. Life is Choice.
- Pilih pasangan yang 1 tujuan. Tidak lucu kan kalau kita mau ke tanah abang eh pasangan mau nya ke mangga dua, jelas gak nyambung. Saat pilihan tujuan sudah kita buat, maka kita pun sebaiknya mencari pasangan yang memiliki satu tujuan. Paling tidak, kita bis mencari pasangan yang bisa menunjang tujuan dan visi kita. Jangan salah, membuat tujuan pernikahan serta visi pernikahan merupakan hal yang wajib. Jangan sampe sudah menikah baru keluar kata – kata “kita sudah tidak sepaham lagi baik nya cerai saja” loh awal – awal pernikahan kemana aja? Ini yang kadang sulit sekali di pahami kebanyakan orang saat ini. Tentunya visi yang diajarkan dalam Islam adalah bahagia dunia & akhirat.
- Mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai cobaan. Pernikahan jelas sekali bukan seperti yang ada di dongeng – dongeng waktu kita kecil dulu. Jadi dalam pernikahan jangan pernah sampai kita berhenti belajar. Menikah itu proses pembelajaran yang tidak ada ujungnya, untuk itu carilah pasangan yang mau di ajak bekerjasama, belajar bersama – sama. Bukannya malah mendominasi salah satunya. Biasanya yang memiliki sifat dominan itu laki – laki yang merasa sudah menjadi pemimpin rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda “Muslim yang paling sempurna imannya adalah yang perilakunya paling baik, dan yang terbaik diantara kalian adalah yang perilakunya paling baik pada istri-istrinya.” Begitu juga dengan wanita, jangan sampai ada kesombongan dalam diri nya misal karena memiliki penghasilan yang lebih besar sehingga melupakan kewajibannya untuk memenuhi hak – hak suami. Intinya, bahwa setiap masalah yang timbul dalam pernikahan itu datanngnya dari diri sendiri. Penting adanya komitmen yang besar dari keduanya untuk saling mengingatkan satu sama lain akan hak dan kewajibannya. Suami wajib memenuhi hak istri dan begitu pula sang istri yang menjalankan kewajibannya untuk memenuhi hak suami.
- Belajar mengurangi ego. Laki – laki dan wanita adalah dua hal yang berbeda. Sudah menjadi fitrah nya laki – laki lebih mengedepankan logika dalam menyelesaikan suatu masalah, dan sudah fitrahnya wanita ibarat tulang rusuk yang bengkok, yang harus diperlakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Keduanya harus saling memahami fitrah nya masing – masing. Artinya, laki – laki harus lebih sabar menghadapi istri. Bagi para wanita, tanamkan dari sekarang untuk selalu menghormati suami dan taat pada suami.
Itu tadi beberapa tips dari kajian
Bukan Pernikahan Cinderella. Sekilas ini yang dapat saya sampaikan bila masih
belum cukup, bisa membeli bukunya dengan judul yang sama dengan tema kajian.
"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah
kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan
perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula)
melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak
dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi
umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya
yang demikian itu bagi Allah adalah mudah." QS. Fatir [35]
: 11
Percayalah bahwa Allah maha mengetahui apa - apa yang terbaik bagi kita. Sebagai ciptaan Allah, sudah sepantasnya kita lebih taat lagi pada Allah. Sudah banyak yang Allah kasih untuk kita, bukannya bersyukur kita malah lebih sering mengeluh apa - apa yang belum kita dapatkan. Sungguh hanya kepada Allah tempat kita memohon. Sesungguhnya kita yang membutuhkan Allah.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
09.32
Langganan:
Komentar
(
Atom
)





